Memanfaatkan Daun Bambu Kering

Begitu banyak daun berceceran disekolah kami, SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS). Setiap hari petugas Cleaning Service menyapu lingkungan sekolah dan mengumpulkan hingga lebih dari 3 tong sampah. Kebanyakan daun yang jatuh adalah daun yang sudah kering. Namun ada daun kering yang lokasinya sulit dijangkau yaitu daun bambu kering di atas ruang makan kelas besar.


Ketika dibersihkan waktu lalu, kami mengumpulkannya di dalam tong-tong komposter. Sebagian kami campur dengan kompos dan sebagian lagi tanpa dicampur. Ternyata daun bambu tersebut sulit sekali terurai meski sudah berumur beberapa bulan. Kami lalu berpikir untuk memanfaatkan daun ini untuk hal lain.



Kami lalu memanfaatkannya sebagai campuran tanah taman. Tekstur tanah taman itu sangat keras jika kering dan hancurnya seperti pasir. Jika kita masukkan ke dalam pot secara tidak penuh, maka kalau disiram air, kondisi air akan tergenang, lambat turun, dan kebanyakan turun lewat bagian pinggiran pot. Penulis berpikir, bagaimana kalau dijadikan campuran saja antara tanah, kompos, dan daun bambu kering dengan asusmsi bahwa daun bambu kering dapat berfungsi seperti gabah. Harapannya tanah dapat ditembus oksigen dengan mudah. Hal ini dalam mengantisipasi musim kemarau juga. Pertimbangan lainnya adalah bahwa menurut sebuah sumber, daun bambu kering mengandung unsur P dan K yang dibutuhkan tanaman, sehingga tanah menjadi subur.


 

Daun bambu ini kami campur lalu kami masukkan pot-pot berbagai ukuran yang ada agar siap digunakan. Pot-pot di Taman Toga SAIMS sudah kami campur dengan daun bambu kering dan selama ini baik-baik saja. Mudah-mudahan hal yang coba-coba ini dapat bermanfaat buat kesuburan tanaman kami.

Search This Blog